Rabu, Desember 05, 2012

Tahun 2012: Tahun Kehilangan

Banyak hal yang berhasil gw capai, namun juga banyak hal yang harus gw relakan untuk hilang dari genggaman gw tahun ini...

Mulai dari barang-barang kecil seperti kacamata yang hilang terbawa ombak saat liburan ke Carita, anting-anting yang hilang saat menginap di hotel, laptop yang dicuri, sahabat yang dilarang lagi berhubungan dengan gw, hingga hubungan yang sedang gw jalani sekarang.

Ya! Beberapa waktu yang lalu, gw mengalami kemalingan. Mungkin memang sudah bukan rezeki gw lagi, laptop yang sudah nempel sama gw selama tiga tahun belakangan ini, hilang begitu saja diambil orang. Memang gw salah karena lupa membawa laptop itu dan meninggalkannya di parkiran. Tapi yang sulit untuk diterima adalah gw harus kehilangan ribuan data yang gw kumpulkan selama ini. Entah berapa naskah yang hilang, berapa lagu yang lenyap, berapa foto yang terbuang, dan berapa banyak rencana dan sejarah yang ikutan raib bersama laptop itu... HIKS!!!

Insya Allah sudah ikhlas dan yakin bahwa kehilangan ini akan digantikan dengan rezeki yang lebih baik lagi. Amiiiiiinnn...

Walaupun sekarang memang gw sudah membeli pengganti laptop yang hilang, tapi tetep aja rasanya sedih euy kehilangan data2 itu. Hhhh.... semoga hubungan gw sama laptop yang baru ini (iya ini ngetiknya pake laptop baru), lebih awet dan tidak dipisahkan secara paksa seperti sebelumnya... Amiiinnnn...

Oh by the way, laptop barunya belum dikasih nama nih... bagus ya apa ya? ada ide? Hehehe...

Selain kehilangan laptop dan semua data2nya, my other major lost was my bestfriend. Si sobat gw dari jaman SMP ini, karena naksirnya dia ke gw yang gak ilang-ilang (bukan geer loh ini!), sampe-sampe pas mau nikah sama pacarnya, pacarnya minta supaya dia gak berhubungan sama gw lagi sebagai syarat si cewe menerima lamarannya. 

Dang! 

Ya mau gak mau deh dia menerima persyaratan itu karena dia memang ingin menikahi pacarnya ini. Padahal gw lagi butuh banget untuk curhat dan minta pendapat dari dia di saat-saat seperti ini... Bisa juga yah gw kangen sama dia. Hahahahaha... (*miris) Tapi gw happy banget sebenernya karena akhirnya dia bisa bersama dengan orang yang ia cintai dan akan memulai keluarga barunya. ^^

Dan satu lagi kehilangan yang akan gw alami adalah pacar gw yang sekarang...

Sejujurnya ini bener-bener di luar perkiraan gw selama ini.

Gw kira, semua akan baik-baik saja...
Gw kira, kami akan bisa menjalani proses ini bersama-sama

Tapi pada kenyataannya, kami harus pasrah pada penolakan kedua orang tua gw akan hubungan ini...

Awalnya gw dan dia sama-sama mencoba memenuhi syarat yang diberikan orang tua gw dan menjalani proses untuk menggapai hal itu. Namun baru juga beberapa bulan, orang tua gw terutama nyokap semakin menentang. Intinya adalah karena bagi nyokap, kami berbeda.

Berbeda tingkat pendidikan, usia, status ekonomi, dan juga nama baik keluarga.

Apa yang selama ini tidak pernah terpikirkan akan gw alami, ternyata bisa terjadi juga. Gw kira hal-hal kayak gini gak akan terjadi di gw karena gw tidak pernah mempermasalahkan hal itu selama menjalani ini dengan dia. Bagi gw, tingkat pendidikan kami masih bisa ia kejar hingga ke tingkat yang diinginkan ortu gw, usia kami hanya terpaut empat tahun, status ekonomi keluarga mungkin memang berbeda, tapi toh gw dan dia sama-sama masih merintis karir dan usaha yang ingin kami bangun, sedangkan nama baik keluarga apalah artinya karena selama ini gw selalu diajarkan untuk tidak membedakan orang dan meninggikan kedudukan hanya karena keturunan orang penting.

Tapi realitasnya beda dengan apa yang selama ini ditanamkan di kepala gw. Realitasnya beda dengan apa yang gw lihat dan alami sendiri. Semuanya hanya dipandang dari kacamata orang tua gw aja.

Karena itulah, kami memutuskan untuk berpisah setelah mempertimbangkan dari tiga pilihan yang ada, yaitu apakah berpisah, backstreet, atau strategic separation. Kami memutuskan untuk setidaknya menghabiskan waktu yang kami miliki bersama hingga akhir tahun ini.
Kami ingin memiliki kenangan tahun baru bersama.
Ingin melihat semarak kembang api yang bertabur di angkasa malam saat tahun berganti. 
Ingin menatap matahari terbit di awal Januari dan berdoa untuk masa depan kami bersama.

It's gonna be hard for me to let him go...

Membayangkannya aja, udah membuat gw menangis, apalagi saat harus mengalaminya nanti.

Tapi yah itulah hidup...

Sekarang kami hanya bisa semaksimal mungkin menghabiskan waktu yang kami miliki bersama. Hanya ingin tertawa bersama, membuat kenangan manis bersama, berbagi suka dan duka, serta merangkai sisa-sisa mimpi yang tercipta.

Semoga akan ada jalan yang terbaik bagi kami yang telah direncanakan dengan manis oleh Allah...
Semoga, apapun yang terjadi di masa depan nanti, apa yang kami lakukan sekarang, menjadi sebuah kenangan dan pelajaran terindah yang pernah ada.

Dan di dalam hatiku, masih ada harapan, bahwa pada akhirnya, kamulah yang menjadi bagian seutuhnya dari diriku. Karena bagiku saat ini, kamu cuma satu untukku...

Regards,


 ~If you die trying for something important, then you have both honor and courage~

0 komentar:

Posting Komentar

 
;